Search This Blog

Loading...

pengunjung

Tuesday, January 3, 2012

Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain




A. BAGIAN 1 – Teknik Teknik Dasar Dalam Menangani Manusia

1. “Jangan Mengkritik, Mencerca, atau Mengeluh” …

Orang-orang yang dianggap sebagai penjahat tidak menganggap diri mereka orang jahat. Mereka sama manusiawinya dengan anda saya. Setiap tindakan anti social mereka dapat dijelaskan secara logis. Dan atas segala tindakan mereka, mereka tidak pernah menyalahkan diri mereka sendiri.

Contoh ekstrim diatas hanyalah sebuah gambaran betapa aksi terhadap seseorang yang nampaknya benar justru menghadirkan reaksi dan dampak yang merugikan. Kritikan akan menempatkan orang dalam posisi defensive yang membuat orang itu mempertahankan dirinya. Karenanya kritik berbahaya, karena melukai rasa kebanggaan, perasaan penting seseorang, dan membangkitkan rasa benci. Prinsip yang berlaku pada binatang, dimana pemberian rewards lebih efektif ketimbang pemberian hukuman ternyata berlaku juga pada manusia.

Sifat umum manusia akan cenderung menyalahkan segala sesuatu di luar dirinya apabila mereka bersalah. Jadi mari kita sadari bahwa orang yang akan kita koreksi dan caci maki mungkin akan mempertahankan dirinya dan melakukan pembalasan, dari caci maki, kata-kata sinis, atau bahkan tindak kekerasan fisik.

Semua orang (bodoh) bisa mengkritik, mengeluh, dan mencerca. Namun perlu karakter dan control diri untuk mengerti dan member maaf. Tunjukkan kebesaran diri anda dihadapan orang lain, lihatlah diri anda sebelum mengeluhkan diri orang lain. Sebagai gantinya, mari kita berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu lebih bermanfaat dan menarik minat daripada mengkritik; dan melahirkan simpati, toleransi dan kebaikan hati. “ untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua.” Jika Tuhan tidak menghakimi semua orang sampai dengan hari penghakiman, mengapa saya dan anda melakukannya?

2. Berikan Penghargaan Yang Jujur dan Tulus

Anda dapat saja meminta orang lain melakukan apa yang anda inginkan dengan melakukan tekanan pada mereka (dari intimidasi psiskis sampai dengan fisik). Tapi metode-metode kejam ini sudah lama sekali tidak diharapkan bereaksi. Satu-satunya cara yang menggerakkan anda melakukan apapun adalah dengan memberi anda apa yang anda inginkan.

Apa yang sebenarnya kita inginkan? Freud merumuskan bahwa segala hal yang kita lakukan berasal dari dua desakan: hasrat seksual dan hasrat untuk menjadi besar. John Dewey merumuskan desakan yang paling besar dalam sifat manusia sebagai “Hasrat untuk menjadi penting”. Bahkan hasrat ini merupakan hal yang paling sulit untuk dipuaskan ketimbang : Kesehatan dan pemeliharaan kehidupan, Makanan, Tidur, Uang atau benda-benda yang dapat dibeli dengan uang, kehidupan di alam baka, kepuasan seksual, atau kesejahteraan anak-anak kita.

Sekali lagi, kebutuhan untuk dihargai menjadi menjadi prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia. Hasrat inilah yang menjadi pembeda nyata antara manusia dengan binatang. Jika hasrat ini tidak ada, maka perkembangan peradaban mustahil bisa terjadi. Hasrat inilah yang telah mengantarkan Lincoln (seorang pelayan took tak berpendidikan) untuk menjadi tokoh penting pada masanya. Hasrat itu pula yang memungkinkan anda ingin mengenakan pakaian gaya mutakhir, mengendarai mobil terbaru, dan berbicara tentang anak-anak anda yang brilian.

Manusia kadang menjadi cacat dalam usahanya memperoleh simpati dan perhatian, dan mendapatkan perasaan penting. Ny. Mc Kinley memperoleh perasaan penting dengan cara memaksa suaminya, Presiden Amerika, untuk mengabaikan urusan-urusan penting saat tidur atau ketika berobat di dokter Gigi. Beberapa bukti menyatakan bahwa manusia bisa benar-benar menjadi gila dalam usahanya mendapatkan perasaan penting, ketika mereka merasa diabaikan dalam dunia nyata yang kejam ini.

Charles Schwab bahkan dibayar mahal oleh sebuah industri baja karena kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme dalam diri orang lain. Caranya mengembangkan hal terbaik dalam diri seseorang adalah dengan menghargai dan mendorong semangatnya. Dia tidak mengkritik siapa pun, bahkan cenderung suka memberikan penghargaan. Kalau dia menyukai sesuatu, maka ia akan dengan sepenuh hati dalam penerimaan dan royal dalam memberikan pujian.

Kita member makanan untuk tubuh anak-anak, kawan-kawan, juga pegawai kita, tapi betapa jarangnya kita member makan untuk harga diri mereka. Kita lalai member kata-kata penghargaan yang akan bergema merdu dalam ingatan mereka selama bertahun-tahun.

Lantas apa beda penghargaan dan sanjungan? Penghargaan tulus, sanjungan tidak; penghargaan berasal dari hati, sanjungan berasal dari gigi. Dalam jangka panjang, sanjungan akan memberikan kerugian dibandingkan kebaikan, sama halnya dengan memalsukan uang yang akan mendatangkan masalah tatkala anda memberikannya pada orang lain.

Dimanakah letak ketulusan penghargaan? Jika kita meyakini bahwa selalu ada kebaikan dalam diri seseorang, fokuslah pada hal itu, dan kembangkanlah.Penghargaan atas kebaikan tersebut akan membuat orang itu melakukan hal-hal tebaik dalam dirinya sepanjang waktu. Berhentilah dengan apa yang akan kita capai, berhentilah dengan keinginan-keinginan kita. Mari kita coba temukan hal baik dalam diri orang lain, hargailah hal itu.

3. Bangkitkan Minat dalam diri Orang Lain

Sebuah perumpamaan yang tepat mengenai membangkitkan minat adalah aktivitas memancing. Kita tidak mungkin memancing dengan menggunakan umpan apa yang kita inginkan, tetapi apa yang ikan inginkan. Demikian pula dalam relasi dengan orang lain. Setiap orang sungguh berminat terhadap apa yang mereka inginkan, sama halnya dengan kita yang berminat dengan apa yg kita inginkan. Jadi berbicara tentang apa yang mereka inginkan dan menununjukkan bagaimana memperolehnya merupakan satu-satunya cara untuk mempengaruhi orang lain.

Setiap tindakan yang dilakukan seseorang sejak lahir, dilakukan karena seseorang menginginkan sesuatu. Hary Overstreet mengatakan dalam bukunya Influencing Human behavior sebagai berikut,”Tindakan keluar dari apa yang secara mendasar kita harapkan…dan bahwa nasehat terbaik yang bisa diberikan kepada para calon pembujuk, apakah dalam bisnis, di rumah, di sekolah, dalam politik, adalah : pertama, bangkitkan hasrat dalam diri orang lain. Dia yang bisa melakukan hal ini memilki seluruh dunia bersamanya. Dia yang tidak bisa, akan berjalan di jalan yang sepi.”

Banyak pedagang yang akhirnya dibayar murah karena hanya memikirkan apa yang mereka inginkan. Mereka tidak berpikir bahwa kita tidak ingin membeli apa pun (seandainya ingin pasti kita akan keluar dan membeli). Kita jelas lebih menaruh perhatian pada permasalahan kita. Seandanya para pedagang merubah frame cara menawarkan dagangan sebagai sebuah solusi atas masalah kita, tentu para pembeli akan mendatangi dan memborong dagangan mereka. Individu yang berusaha tanpa mementingkan diri sendiri member pelayanan pada orang lain akan memiliki keuntungan besar.

B. BAGIAN 2 – Enam Cara Membuat Orang Lain Menyukai Anda

1. Bersungguh-sungguhlah menaruh minat pada orang lain

Anda bisa dapat lebih banyak kawan dalam waktu dua bulan dengan cara menjadi tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang bisa anda peroleh dalam waktu dua tahun dengan cara mengusahakan orang lain tertarik kepada anda. Namun orang cenderung membuat kesalahan besar dalam kehidupan, yang berusaha mengayunkan orang lain agar menjadi tertarik pada mereka.

Survey sebuah perusahaan telepon di New York mengenai kata yang sering digunakan dalam pembicaraan melalui telepon membuktikan bahwa kata ganti orang pertama “saya” adalah kata yang paling sering digunakan. Kembali menjadi catatan penting bahwa orang lain begitu berminat pada diri mereka sendiri. Kalau kita hanya berusaha member kesan kepada orang lain, dan berusaha menjadikan orang lain tertarik kepada kita, kita tidak akan pernah mempunyai kawan yang sejati dan tulus.

Maka dalam hal membuat orang lain menyukai anda, ingatlah hal berikut: “Individu yang tidak tertarik dengan kawan-kawannyalah yang mempunyai kesulitan terbesar dalam hidup dan memberikan luka terbesar bagi orang lain. Dari para individu semacam itulah semua kegagalan manusia timbul.” Tetapi seseorang bisa memenangkan perhatian, waktu, dan kerja sama bahkan dari orang-orang yang paling sukar dengan cara sungguh-sungguh berminat pada diri mereka . Apapun profesi kita, tentulah sangatlah senang apabila orang mengagumi kita

Penunjukkan minat terhadap orang lain, seperti halnya dengan semua prinsip lain dalam hubungan manusia, haruslah tulus. Cara ini harus memberikan imbalan, bukan hanya untuk orang yang memperlihatkan minatnya, melainkan juga untuk orang yang menerima perhatian itu. Ini merupakan jalur dua arah – kedua belah pihak memperoleh manfaat.

2. Tersenyumlah

Seseorang dengan uang berlimpah dapat membuat kesan pada orang lain dengan pernak-pernik hiasan pada tubuhnya. Tetapi perlu diingat bahwa ekspresi yang terpantul dari wajah seseorang jauh lebih penting daripada pakaian yang dikenakannya. Bahkan senyum yang begitu memikat, yang merupakan cerminan kepribadiannya dapat mengatarkan seseorang pada kesuksesan. Seseorang yang muram dalam antrian dapat saja tersenyum pada seorang bayi yang tersenyum. Senyum! Bukan suatu seringai yang dibuat-buat.

Seorang professor Universitas Michigan mengungkap mengenai senyuman,” Orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar dan menjual dengan lebih efektif dan membesarkan anak-anak yang lebih bahagia. Ada jauh lebih banyak informasi tentang senyuman daripada sebuah kerut dikening. Karena senyum itulah yang mendorong semangat, alat pengajaran yang jauh lebih efektif daripada hukuman.”

Pengaruh senyuman sungguh luar biasa, sekalipun senyuman itu tidak tampak. Demikian yang dilakukan beberapa perusahaan telepon di Amerika dalam program “kekuatan telepon”. Program yang menyarankan karyawannya tersenyum ketika berbicara di telepon, maka senyum anda akan terdengar dalam suara anda.

Orang jarang berhasil dalam hal apapun, kecuali mereka mendapatkankesenangan dalam mengerjakannya. Anda harus senang ketika berjumpa dengan seseorang, kalau anda mengharapkan seseorang senang berjumpa dengan anda. Senyum menjadi sarana betapa anda sungguh senang dengan apa yang anda kerjakan, dan dengan siapa anda berjumpa.

Semua orang di dunia ini mencari kebahagiaan – dan satu cara pasti untuk menemukannya adalah dengan mengendalikan pikiran anda. Kebahagiaan tidak tergantung dari kondisi-kondisi dari luar, tetapi dari dalam. Apabila anda tidak ingin tersenyum, maka paksalah untuk tersenyum. Kita tidak bisa memaksa hal-hal dari luar untuk menghampiri kita dan menjadikan kita bahagia, kitalah yang menghampirinya. Dan lingkungan luar akan merespon balik sapaan kita. Lestarikan sikap mental yang benar, sikap bersemangat, berterus terang dan kegembiaraan yang baik.

Seuntai senyuman dapat menolong seseorang menyadari bahwa semuanya bukan tanpa harapan – bahwa masih ada kegembiraan dalam dunia ini. Karena tak seorang pun yang begitu lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan!

3. Ingat bahwa nama seseorang bagi orang yang bersangkutan merupakan suara termanis dan terpenting dalam bahasa apa pun

Salah satu rahasia keberhasilan Jim Farley adalah kemampuannya menyebut nama depan lima puluh ribu orang. Bagitu sederhana, namun dia telah menemukan suatu temuan berharga dalam kehidupan, bahwa rata-rata orang menaruh minat pada namanya sendiri daripada gabungan nama orang lain seluruh dunia. Ingatlah nama itu dan panggilah dengan bersahabat, maka anda sudah membuat pujian yang efektif.

Kadang memang sulit mengingat sebuah nama, khususnya untuk nama yang sulit diucapkan. Dan pada kasus seperti ini, banyak orang lebih cenderung mengganti dengan nama yang lebih mudah diingat ketimbang berusaha mempelajarinya.

Pemberian nama lawan bicara kita dalam hal terjadi penggabungan kepentingan merupakan kiat efektif dalam membangun kerjasama selanjutnya, dalam latar belakang persaingan ketat sekalipun. Pemberian nama itu merupakan penghargaan besar, yang menempatkan posisi penting pada ego seseorang.

Semakin besar perusahaan, maka semakin ‘dingin’ (situasi) yang terjadi di dalamnya. Mengingat nama-nama orang merupakan salah satu cara untuk menghangatkan. Seorang eksekutif yang tidak bisa mengingat nama-nama sama halnya dengan ketidakmampuannya untuk mengingat bagian penting bisnisnya. Tapi kebanyakan orang tidak mau mengingat karena alasan sederhana, yaitu mereka tidak meluangkan waktudan energy yang perlu untuk berkonsentrasi dan mengulangnya, kemudian mengingat nama-nama itu lekat-lekat dalam pikiran mereka. Mereka membuat dalih untuk mereka sendiri; mereka terlalu sibuk.

Nama merupakan milik otentik seseorang (terutama yang berhubungan dengan anda). Nama membuat individu terpisah, dan menjadi unik di antara lainya. Sadari keajaiban di balik sebuah nama. Informasi yang sedang kita ingat atau permintaan yang sedang kita buat, mempunyai kepentingan khusus tatkala kita mendekati situasinya dengan nama individu yang bersangkutan tersebut


4. Jadilah pendengar yang baik, dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka

Adalah suatu yang lazim, bahwa seseorang menginginkan pendengar yang berminat pada kisahnya. Dimana dengan didengar, seseorang mempunyai kesempatan untuk memperluas keakuannya, dan menceritakan kisah-kisanya dengan penuh semangat. Maka tak heran, para pendengar yang baik sungguh-sungguh membangkitkan semangat bagi orang yang didengarnya.

Apabila anda sudah mendengarkan, dan sungguh-sungguh tertarik dengan hal itu. orang yang didengar merasakannya, dan memaknainya sebagai sesuatu yang menyenangkan; penghargaan yang tak ternilai. Tidak ada hal lain yang sangat menyanjung. Ini merupakan kunci suatu wawancara bisnis yang berhasil : perhatian penuh terhadap orang ang sedang berbicara pada anda.

Mendengarkan dengan penuh perhatian bukanlah suatu yang pasif. Ini merupakan suatu bentuk kegiatan, dimana sikap dan aktivitas (fisik maupun pikiran), mengoptimalkan seluruh panca indera adalah sebuah entitas dalam membangun kesan. Namun banyak orang yang gagal dalam membuat kesan yang menyenangkan, karena mereka tidak mendengarkan dengan penuh perhatian. “Perhatian mereka telah begitu tersita dengan apa yang akan mereka ucapkan selanjutnya, sehingga mereka tidak memasang telinga.”

Untuk menjadi menarik, tertariklah pada orang lain. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang orang lain akan senang menjawabnya. Beri semangat agar mereka berbicara tentang diri mereka dan hasil sukses mereka. Maka anda telah menjadi pembicara yang baik, dengan menjadi pendengar yang baik.

5. Bicaralah mengenai minat orang lain

Satu cara yang efektif untuk menarik minat orang lain adalah dengan membicarakan mengenai minat orang lain. Seorang ahli hokum dapat menarik minat seseorang yang berminat pada kapal dengan cara yang sangat bijak. Karena dia melihat ketertarikan lawan bicaranya pada kapal, dia mengangkat tema tersebut untuk menyenangkan lawan bicaranya.

Seringkali kita tidak tahu apa yang menjadi minat orang lain, dan menjadi pintu masuk untuk mendekati dan memperoleh kehangatan. Seorang Rosevelt akan mempelajari subject yang menjadi minat tamunya semalam sebelumnya. Letakkan sejenak apa yang anda harapkan dari orang lain, apakah itu pembelian produk anda atau dukungan politik. Masuklah dari hal-hal yang menjadi minat dan perhatiannya, maka tujuan anda akan tercapai. Ungkapkan ide-ide anda dalam kerangka apa yang dapat diberikan ide-ide anda terhadap sukses pribadi dan sukses bisnisnya.

Membicarakan minat orang lain member keuntungan pada keduabelah pihak. Apa manfaat member minat orang lain? Herzig menjawab bahwa tidak hanya dia menerima manfaat berbeda dari masing-masing orang. Tetapi secara umum manfaat itu telah menjadi perluasan kehidupan nya setiap kali dia berbicara pada seseorang.

6. Buat orang lain merasa penting, dan lakukan itu dengan tulus.

Sudah pasti, untuk membuat orang lain menyukai anda, pertama yang harus anda pikirkan adalah kata-kata yang membuatnya senang. Secara praktis dapat dimulai dengan ,”hal apa dalam diri orang itu yang bisa saya kagumi secara jujur.” Apakah itu penampilan ataupun hasil pekerjaan. Tapi apa yang ingin diperoleh dari tindakan ini? Suatu ungkapan dengan cita rasa tinggi dapat menjelaskan, bahwa apa yang diperoleh dengan tindakan tersebut adalah perasaan bahwa anda telah melakukan sesuatu untuk seseorang, tanpa orang tersebut mampu melakukan sesuatu pun untuk dikembalikan kepada anda.

Mengingat suatu hokum penting mengenai tindak-tanduk manusia, yang dapat menghantarkan kita memperoleh kawan yang tak terhitung jumlahnya. Buatlah orang lain merasa dirinya penting. Para filsuf dan mistik di daerah missi mereka telah lama menerapkannya. Yesus merangkumnya dengan ungkapan,” Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang berbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada manusia. Setiap saat, setiap waktu, di manapun.

Cara-cara sederhana dapat diterapkan setiap hari, untuk bisnis maupun keluarga. Misalkan, apabila kita memesan kentang goring namun pelayan membawakan kita kentang pure, maka dapatlah kita katakana,” maaf merepotkan anda, tetapi saya lebih suka memesan kentang goreng.” Ungkapan-ungkapan kecil seperti , “ maukah anda berbaik hati untuk,,,,terima kasih.” Merupakan media yang efektif.

Namun ironi yang terjadi adalah bahwa hamper semua orang yang kita jumpai merasa dirinya lebih tinggi dari anda dalam beberapa hal. Dan satu cara pasti untuk menuju hati mereka adalah membiarkan mereka menyadari dalam suatu cara halus bahwa anda sadar akan rasa penting mereka, dan mereka menerimanya dengan tulus. Maka ingatlah bahwa orang yang kita jumpai lebih baik dari anda dalam beberapa hal. Maka pentinglah untuk diingat bahwa bicaralah pada orang lain tentang diri mereka, dan mereka akan mampu mendengarkan selama berjam-jam

C. BAGIAN 3 – Bagaimana Memikat Orang Lain Mengikuti Cara Berpikir Anda

Satu-satunya cara untuk memperoleh manfaat paling banyak dari perdebatan adalah menghindari perdebatan itu sendiri
Kecenderungan seseorang untuk mengoreksi kesalahan orang lain seringkali didorong oleh tindakan membuktikan pada orang tersebut bahwa dia salah. Namun apakah hal tersebut akan membuatnya menyukai anda? Padahal dia tidak meminta sedikitpun pendapat anda. Mengapa anda tidak membiarkannya menyelamatkan muka. Catatan penting di sini adalah menghindari sudut pandang yang tidak enak.

Dalam adu argument, kemungkinan terbesar sebuah argument akan berakhir dengan masing-masing kontestan malah menjadi lebih kokoh dalam pendapat mereka bahwa merekalah yang mutlak benar. Mungkin anda menang dalam sebuah debat, namun anda kalah juga. Kemenangan bagi pihak anda adalah kemungkinan anda akan merasa senang. Namun hal itu akan membuatnya rendah diri. Anda telah melukai harga dirinya, dia akan membenci kemenangan anda, “seseorang yang diyakinkan untuk menentang kehendaknya sendiri akan tetap memegang pendapatnya.” Anda tetap kalah, karena anda tidak akan pernah memperolah kehendak baik lawan anda. Namun apabila anda menghindari terjadinya perdebatan, anda akan mendapatkan peluang dari kelemahan umum lawan anda, yaitu keinginan akan satu perasaan penting. Dan dengan member kesempatan tersebut, dia berpeluang menjadi manusia simpatik yang baik hati.

Suatu kesalahpahaman tidak pernah bisa diakhiri dengan perdebatan, melainkan dengan taktik diplomasi, penyelesaian dan hasrat yang simpatik untuk melihat sudut pandang orang lain.

Beberapa saran bagaimana mencegah rasa tidak setuju agar menimbulkan perdebatan, sebagaimana dikutip dalam artikel dalam Bits and Pieces secara garis besar menyebutkan :

- Sambut baik rasa tidak setuju itu.
- Jangan percaya pada kesan pertama naluri anda.
- Kendalikan kemarahan anda.
- Dengarkan dulu.
- Cari bidang-bidang kesepakatan.
- Jujurlah
- Berjanjilah untuk memikirkan ide-ide lawan anda dan pelajari ide-ide itu.
- Berterimakasihlah pada lawan anda dengan tulus untuk minat-minat mereka.
- Jangan terburu-buru bertindak, beri waktu kedua pihak untuk memikirkan masalahnya.
Perlihatkan respek terhadap pendapat orang lain. Jangan pernah berkata,”Anda Salah”
Anda dapat mengatakan kepada orang orang lain dengan segala kemahiran anda bahwa orang tersebut salah. Namun hal itu tidak pernah membuat mereka setuju dengan anda, karena anda telah menghantam langsung kecerdasan penilaian, kebanggaan, dan respek diri mereka. Bahkan ketika anda memulai dengan mengatakan,”saya akan buktikan sesuatu kepada anda.” Itu sama halnya mengatakan bahwa saya lebih pintar dari anda. Namun kalau anda hendak membuktikan sesuatu, jangan buat seorang pun mengetahui hal itu. Mari kita belajar dari Alexander Pope yang mengatakan ,”Orang harus diberi pelajaran dengan cara seolah-olah anda tidak mengajarinya.”

Apabila seseorang membuat sesuatu pernyataan yang menurut anda salah, lebih baik memulainya dengan mengatakan,” Baiklah, coba kita lihat. Menurut saya….namun mungkin saya salah. Saya seringkali salah. Mari kita lihat fakta-faktanya.” Cara ini akan menghentikan semua perdebatan dan menghilhami lawan anda. Ben Franklin menerapkan prinsip ini ketika berhadapan dengan orang lain yang menyatakan suatu yang dia perkirakan salah, dengan menahan diri untuk memperoleh kesenangan berkontradiksi secara tiba-tiba, dan dengan segera memaparkan suatu hal tidak masuk akal dalam proposisinya untuk menjawab. Namun dia akan memulai dengan meneliti bahwa kasus-kasus atau peristiwa tertentu, opininya memang benar, namun dalam kasusnya saat ini nampaknya berbeda…demikian seterusnya.

Sebagai seoran pendamai, Martin Luther King pernah ditanya, bagaimana dia bisa menjadi pengagum Jenderal Daniel James. Dia menjawab,”Saya menilai orang berdasarkan prinsip-prinsip mereka sendiri –bukan dengan prinsip-prinsip saya.”

Bersikaplah diplomatis, jangan berdebat dengan pelanggan atau pasangan anda, atau musuh anda. Jangan sampaikan pada mereka bahwa mereka salah, jangan membuat mereka naik darah. Gunakan sedikit diplomasi.

Kalau anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik
Jika kita tahu bahwa bagaimanapun kita akan dimarahi, maka alangkah lebih baik jika kita mendahului mengakui kesalahan sebelum orang lain menyalahkan. Bukankah jauh lebih mudah mendengarkan kritik sendiri daripada cercaan orang lain. Sampaikan dengan segera segala hal mengenai diri anda yang menghina, yang anda tahu bahwa mereka hal itu mereka pikirkan atau ingin diungkapkan. Sampaikan sebelum mereka punya kesempatan menyampaikannya. Karena orang lain membutuhkan perasaan penting, maka cara yang bisa memuaskan harga dirinya adalah mengambil sikap murah hati memberikan belas kasihan.

Dengan berani mengakui kesalahan, kita pun mendapat tingkat kepuasan tertentu. Mengakui kesalahan diri sendiri tidak hanya menjernihkan rasa bersalah dan pertahanan diri, namun seringkali membantu memecahkan masalah yang ditimbulkan oleh kesalahan itu. Maka akuilah kesalahan dengan cepat dan simpatik. Apabila anda merasa sudah ‘terlambat’ untuk mengakui kesalahan, lakukanlah dengan simpatik.

Cara ini tidak hanya member hasil yang efektif, namun juga cara yang lebih menyenangkan daripada kita mencoba untuk mempertahankan diri. Pepatah kuno mengatakan: “Dengan berkelahi anda tidak pernah merasa cukup, namun dengan mengalah anda memperoleh lebih dari yang anda harapkan.”

Mulailah dengan cara yang ramah
Ketika anda marah, dan menumpahkan semua kemarahan anda, maka akan semakin besar gelombang kemarahan, kebencian, dan pemberontakan. Meskipun anda mendapatkan momentum untuk menumpahkan perasaan anda, menunjukkan bahwa anda benar dan orang lain salah. Jika hati seseorang sudah terluka karena selisih paham, dan dia mempunyai perasaan tidak enak terhadap anda, maka anda justru tidak bisa menariknya ke dalam cara berpikir anda, meskipun dengan semua logika. Orang tidak mau mengubah pikiran mereka, namun mungkin mereka bisa diarahkan apabila kita bersikap lembut dan ramah.

Untuk memikat seseorang dalam cara berpikir anda, pertama yakinkan dia bahwa anda adalah teman teman yang tulus. Itu adalah setetes madu yang akan menangkap hatinya, yang merupakan jalan besar menuju pengertiannya. Lincoln mengatakan,” Setetes madu menangkap lebih banyak lalat ketimbang segalon empedu.” Keramahan membuahkan persahabatan, persahabatan membangun jembatan untuk masuk dalam wilayah kedekatan pihak lain. Dan dengan kedekatan tersebut anda dapat menarik cara berpikir orang lain dalam cara berpikir anda. Tidak ada penekanan, tidak ada pemaksaan opini, gunakan pembicaraan yang halus, tenang, dan pendekatan yang ramah.

Usahakan orang lain mengucapkan, “Ya, ya” dengan segera.
Mengupayakan orang lain mengucapkan ya dengan segera, diawali dengan menekankan hal-hal dimana anda setuju dengan orang tersebut, dan bukan perbedaan. Untuk membelokan pembicaraan yang sudah mempunyai arah yang sama akan jauh lebih mudah, daripada mengarahkan pembicaraan ke arah yang berlawanan. Semakin banyak kata “ya” yang kita peroleh, makin mudah keberhasilan kita untuk memperoleh perhatian.

Dengan membuat seseorang mengucapkan ya..ya…, dia melupakan sesuatu yang dipertentangkan, dan dengan senang hati melakukan hal yang disarankan. Dengan metode ini Socrates mendapatkan penghormatan sebagai salah satu pembujuk yang bijaksana yang pernah mempengaruhi dunia yang penuh percekcokan ini. Socrates mengajukan pertanyaan yang membuat lawan bicara terus setuju, sampai akhirnya mencapai kesimpulan tanpa disadari.

Biarkan orang lain yang banyak berbicara.
Hampir setiap orang yang mencoba menarik orang lain untuk setuju dengan cara berpikir mereka terlalu banyak bicara sendiri. Biarkan orang itu bicara tentang diri mereka, ajukan pertanyaan-pertanyaan pada mereka, dan kalau anda tidak setuju dengan mereka janganlah tergoda untuk menyela. Dengarkan saja dengan sabar dan pikiran terbuka, beri semangat pada mereka untuk mengeluarkan ide sepenuhnya. Biarkan kawan-kawan mengungguli kita; agar mereka merasa penting. Namun apabila kita yang unggul dari mereka, mereka akan rendah diri dan cemburu.

Membiarkan orang lain yang melakukan pembicaraan bisa menolong situasi-situasi keluarga maupun bisnis. Dalam komunikasi keluarga, hubungan orang tua-anak yang seringkali berisi instruksi-instruksi kerapkali mengacaukan. Namun dengan member tempat pada pihak yang biasa menerima instruksi untuk bicara, kondisi tersebut bisa diperbaiki. Dalam ranah bisnis, Kadang keuntungan besar diperoleh dengan membiarkan orang lain berbicara.

Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya
Dalam memperoleh kerjasama, membiarkan oranglain merasa bahwa suatu ide adalah idenya merupakan suatu taktik efektif. Orang akan merasa lebih beruntung, dan lebih nyaman dengan ide-ide yang mereka temukan sendiri daripada ide yang disodorkan kepadanya. Tak seorang pun yang suka merasa bahwa dia sedang dijual (membeli atas apa yang kita pikir patut dia beli). atau diperintahkan untuk melakukan sesuatu. Orang cenderung lebih memilih jika mereka membeli atas kemauan sendiri, bertindak atas ide sendiri. Orang suka diajak berbicara tentang harapan, keinginan, dan pikiran kita.

Suatu pancingan dapat dilakukan, dengan melontarkan bahwa sesuatu yang kita tawarkan tidak sempurna, dan meminta orang lain (dengan berbagai gagasan) untuk menjadikannya sempurna. Dan dengan demikian, mereka dapat menetapkan pilihan secara bebas atas sesuatu yang kita tawarkan tersebut.

Cobalah dengan sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain
Orang yang melakukan kesalahan, belum tentu “tahu” bahwa dia melakukan kesalahan. Sikap toleran jauh lebih bijaksana ketimbang menyalahkan, lalu daripada menyatakan bahwa dia “salah” akan lebih baik mencari akar masalahnya. Sebab, dibalik tindakan tentu ada alasan yang melaterbelakangi. Dengan menjadi tertarik pada penyebabnya, anda akan lebih kecil kemungkinan untuk tidak menyukai efeknya. Dan kemampuan anda dalam hubungan manusia meningkat pesat.

Melihat segala sesuatu dari kaca mata orang lain dapat mengendurkan ketegangan ketika masalah pribadi jadi membingungkan. Maka sebelum anda meminta siapa pun untuk melakukan hal yang anda benar, atau membeli produk anda, mengapa anda tidak berhenti sebentar dan memikirkan seluruh masalahnya dari sudut pandang orang lain, dari sudut pandang lawan bicara anda, dan dari sudut pandang anda sendiri. Sikap ini memang memerlukan waktu, tap anda akan terhindar membuat musuh, dan akan memperoleh hasil lebih baik (dengan lebih sedikit gesekan).

Bersimpatilah dengan ide dan hasrat orang lain
Tiga perempat dari manusia yang akan pernah anda jumpai merasa lapar dan haus akan simpati. Bersimpatilah pada mereka, dan mereka akan mencintai anda. Orang yang begitu menjengkelkan, sama halnya anda, hanya sedikit haknya untuk menjadi adanya mereka seperti sekarang. Maka mereka (sebagaimana anda) memang patut dikasihani, dan diberi simpati.

Prosesnya ketika kita menaruh harapan atas tindakan orang lain kurang lebih dengan memberi waktu pada orang lain untuk menyadari berbagai hasrat, kepentingan dan gagasan mereka. Perhatikan kejadian-kejadian pahit mereka, luka mereka, rasa kasihan diri terhadap kemalangan maupun khayalan. Dalam ukuran tertentu, hal ini praktis merupakan kebiasaan umum

Imbaulah motif-motif yang lebih mulia
Orang biasanya mempunyai dua alasan saat melakukan suatu hal: satu yang kedengarannya baik, dan satu yang nyata. Orang itu sendiri akan memikirkan alasan yang nyata. Namun kita semua adalah idealis dalam hai kita, dan senang berpikir tentang motif yang kedengarannya baik. Maka untuk bisa mengubah manusia, imbaulah motif-motif yang mulia.

Apabila anda tidak mengharapkan foto anak-anak anda dipublikasikan, maka ungkapkan bahwa sebagian dari mereka yang mempublikasikan foto tersebut juga mempunyai anak. Dan publikasi yang berlebihan tidak baik untuk anak-anak. Apabila tidak ada informasi tentang seseorang yang bisa diperoleh, maka satu-satunya basis terbaik untuk meneruskannya adalah menganggap bahwa orang tersebut mempunyai sifat tulus, jujur, dan dapat dipercaya, dan bersedia melakukan permintaan anda begitu mereka diyakinkan kalau mereka benar. Setiap individu akan lebih suka bereaksi dengan cara menyenangkan kalau anda membuat mereka merasa bahwa anda menganggap mereka jujur dan adil.

Dramatisir ide-ide anda
Untuk memaparkan suatu kebenaran, suatu ide, tidaklah cukup dipaparkan secara apa adanya. Kebenaran harus dibuat jelas, menarik, dan dramatis seperti layaknya sebuah pertunjukkan. Seperti yang dilakukan dalam iklan-iklan media masa dalam mempromosikan suatu produk, anda dapat pula mendramatisir ide-ide anda dalam setiap aspek dalam hidup anda.

Suatu pesan yang sama akan menimbulkan reaksi yang fantastis apabila dibuat dramatis. Hal itu bisa dilakukan dengan menampilkan antusiasme yang begitu besar, menciptakan sebuah simulasi, atau bahkan mendemonstrasikannya.

Lemparkan tantangan
Bujukan, tekanan, apalagi ancaman seringkali tidak membuahkan hasil dalam merubah cara berpikir dan sikap seseorang agar mengerjakan sesuatu dengan baik. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan menstimulasi kompetisi, merangsang hasrat berkompetisi dari orang yang kita harap melakukan pekerjaan tersebut. Hasrat untuk unggul dan tantangan menjadi cara sempurna untuk menarik manusia menjadi semangat.

Mungkin setiap orang punya rasa takut, namun dengan menyisihkan rasa taku tersebut dan tetap bergerak maju selalu mendapatkan kemenangan. Dalam hal pekerjaan, pekerjaan itu sendiri akan menjadi factor utama yang memotivasi manusia. Itulah permainan yang dicintai oleh setiap orang yang berhasil: kesempatan untuk ekspresi diri, untuk membuktikan bahwa dia seorang yang berharga, kesempatan untuk unggul dan menang. Atas dasar inilah perlombaan diadakan!

D. BAGIAN 4 – JADILAH PEMIMPIN : Bagaimana Mengubah Orang Lain Tanpa Menyinggung Atau Membangkitkan Kemarahan

Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur
Mendengarkan hal tidak menyenangkan akan lebih mudah setelah kita mendengar pujian untuk hal-hal yang baik dalam diri kita. Paling tidak antusiasme orang yang kita peringatkan akan tetap menyala apabila kita mengawalinya dengan pujian. Biarkan orang tersebut mengalami kebanggaan atas sisi-sisi positifnya, setelah itu masukan pesan secara ramah. Langkah ini member dampak psikologis yang jauh berbeda ketimbang peringatan, tekanan, atau segala ancaman yang diberikan secara frontal. Carilah hal-hal positif dari lawan bicara anda; penampilan, prestasi, keunikan, dan yang lainnya untuk menciptakan rasa nyaman. Mungkin tanpa anda minta orang te.rsebut akan memberikan apa yang anda harapkan

Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung
Memberitahukan kesalahan orang lain tanpa menimbulkan kebencian tidak mungkin dilakukan dengan cara-cara frontal. Bahkan kesalahan itu sendiri tidak perlu terucapkan, dengan melalui pilihan kata atau tindakan. Sekedar mengganti satu kata (tetapi), seringkali dapat menentukan antara kegagalan dan sukses dalam mengubah orang lain tanpa menimbulkan rasa tersinggung atau marah. Mengawali dengan pujian, diikuti tetapi, kemudian diakhiri dengan suatu pernyataan kritik seringkali tetap menampilkan pujian sebagai pendahulu atas kritik, yang mungkin menghambat pencapaian tujuan kita. Kata dan lebih mencegah terjadinya resistensi dari pihak lawan bicara

Bicarakan kesalahan anda dahulu sebelum mengkritik orang lain
Mendengarkan orang lain yang mengkritik kita akan terasa lebih mudah diterima ketika si pengkritik memulai dengan mengakui bahwa dirinya masih jauh dari sempurna. Dengan menerima kesalahan sendiri dapat mengubah tingkah laku lawan bicaranya.

Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberI perintah langsung
Mengacu pada prinsip dasar bahwa tidak ada seorang pun yang suka diperintah, seni berhubungan dengan manusia menekankan suatu saran atau suatu pertanyaan yang memancing gagasan atau tindakan. Hal-hal demikian akan memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengerjakan sendiri segala sesuatunya; melakukan pekerjaannya, serta belajar dari kesalahan mereka. Cara- cara ini membuat orang mudah memperbaiki kesalahan, menyelamatkan rasa bangga, member perasaan penting, serta mendor0ng semangat kerja sama.

Dengan mengajukan pertanyaan bukan saja membuat perintah lebih menyenangkan, tetapi juga memancing kreativitas, dan merasa memiliki andil dalam membuat keputusan yang menyebabkan timbulnya perintah. Dengan demikian dia akan mengerjakannya dengan antusias.

Biarkan orang lain menyelamatkan muka
Berhadapan dengan seseorang yang sudah jelas melakukan kesalahan, atau tidak sesuai dengan harapan, tidak produktif, bahkan secara fungsional tidak diperlukan diperlukan pendekatan yang mampu menyelamatkan mukanya. Berilah suatu predikat baru untuk menyingkirkannya dari tempat lama, atau berilah apresiasi untuk menjadi koreksi atas kesalahannya. Langkah-langkah tersebut akan menjaga perasaan harga diri seseorang dan menghindari perasaan terluka. Ingatlah bahwa kita tidak punya hak apa pun untuk mengurangi semangat seseorang. Biarkanlah martabat seseorang tetap pada tempatnya.

Pujilah peningkatan sekecil apa pun dan pujilah setiap peningkatan. Jadilah “Tuluslah dalam penerimaan anda dan murah hati dalam penghargaan anda”
Seekor anjing yang tengah dilatih akan mendapatkan “hadiah” dari sang majikan. Manusia pun memiliki kecenderungan yang sama, sebagai makluk hidup yang mengalami proses pembelajaran dari pengalamannya. Maka untuk setiap kemajuan yang telah dicapai, berikanlah pujian secara tulus, hal itu akan mengilhami orang lain untuk tetap meningkatkan diri.

Banyak catatan sejarah yang memberikan gambaran tentang hasil sebuah pujian dalam merubah hidup seseorang. Pujian sungguh menjadi makanan sehat bagi semangat seseorang, dibandingkan kritikan yang cenderung mematahkan semangat. Memang tidak mudah menemukan hal-hal positif yang bisa mendatangkan pujian. Namun ketika menemukannya, dan memberikan sacara tulus, maka keadaan yang dicapai akan lebih baik. Pujilah secara tulus, bukan basa-basi, bukan pulah secara umum. Maka hal itu akan membuat seseorang merasa lebih berarti. Kemampuan akan menjadi layu karena kritik, namun akan berkembang di bawah dorongan.

Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi
Rata-rata manusia dapat dipimpin dengan mudah kalau anda mempunyai respek dari mereka, dan kalau anda memperlihatkan bahwa anda menghargai kemampuan mereka. Saat seseorang belum mencapai kemampuan seperti yang kita harapkan, berikan reputasi yang baik padanya, maka dia akan berusaha sekuat tenaga mewujudkannya daripada membuat anda kecewa. Dengan meyakini bahwa seseorang mempunyai harta yang tak ternilai dalam dirinya, maka dia akan berupaya keras untuk meraihnya.

Suatu stigma negative justru akan menjadikan seseorang menjadi berperilaku sebagaimana orang julukan kepadanya. Bahkan perilaku orang tersebut dapat lebih parah dari apa yang diberikan orang lain. Predikat atau reputasi akan membangkitkan suatu keyakinan dan kepercayaan akan suatu kondisi ideal seseorang, yang memungkinnya dia untuk meraihnya.

Gunakan dorongan. Buatlah kesalahan tampak mudah diperbaiki
Cobalah untuk bermurah hati kepada orang-orang yang dikenal bodoh sekalipun, yang berulang-ulang melakukan kesalahan. Buatlah suatu dorongan bagi mereka, munculkan kesan bahwa hal itu mudah untuk dikerjakan, serta kesalahan yang dilakukannya mudah untuk diperbaiki. Maka upaya-upaya perbaikan atas kesalahannya akan dia lakukan dengan sekuat tenaga.

Apabila dikenali suatu minat dari seseorang, maka hal itu dapat menjadi daya yang membangkitkan upaya-upaya pengembangan diri. Seorang siswa yang lemah dalam mata pelajaran, tetapi mempunyai minat memperbaiki alat elektronik menjadi berhasil ketika dikatakan bahwa untuk mampu memperbaiki peralatan elektronik diperlukan pengetahuan matematika. Namun pada umumnya, teknik ini mengutamakan membangkitkan rasa percaya diri seseorang, dengan berdasar bahwa setiap tindakan memerlukan intensi, dan setiap intense bisa dibangkitkan dengan sedikit dorongan.

Buat orang lain senang mengerjakan hal yang anda sarankan
Poin penting dalam membuat orang lain senang mengerjakan hal yang kita inginkan adalah dengan menjadikan orang tersebut penting, atau dua kali lebih penting dengan mengerjakan apa yang kita inginkan. Seolah-olah, dengan mengerjakan hal tersebut, dia telah menerima suatu kehormatan besar. hal lain yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan memberikan penghargaan apabila dia dapat melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. Hadiah menjadi suatu yang konkret dalam membangkitkan semangat bagi seseorang yang mengerjakannya. Hadiah hanya merupakan salah satu dari banyak (per)mainan yang dapat digunakan untuk membangkitkan gairah, yang dapat pula diwujudkan berupa gelar, wewenang, keuntungan yang mungkin diraih atau apa pun yang dapat menimbulkan penghargaan bagi seseorang.

Perlu pula diingat beberapa petunjuk ketika mereka perlu mengubah sikap dan tingkah laku :

- Bersikap tulus. Jangan janjikan apa pun yang tidak dapat anda tepati. Lupakan keuntungan bagi diri anda dan pusatkan pada keuntungan orang lain.

- Ketauhi secara tepat apa anda ingin agar orang lain mengerjakannya.

- Empatik.

- Pertimbangkan keuntungan yang akan diterima orang lain apabila mengerjakannya.

- Cocokan keuntungan tersebut dengan keinginan orang lain.

- Ajukan permintaan dalam bentuk yang akan menimbulkan ide bahwa dia sendiri akan memperoleh manfaat.

No comments:

Post a Comment